Pandai Besi Pendil, Bertahan di Tengah Gempuran Peralatan Modern

Kepala Kantor Air serta Kotoran Tubuh Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan
Selain itu, Kepala Kantor Air serta Kotoran Tubuh Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan, mengatakan telah beberapakali berikan surat ultimatum serta peringatan terhadap PT Haikki Green biar lekas memakan kotoran itu. Akan tetapi dalam tempo hampir tiga tahun terakhir, tumpukan kotoran cuma menyusut kurang lebih 4. 000 ton.

“Kalau yg saya ketahui dulunya itu ada 19 ribu ton akan tetapi saat ini tinggal 15 ribu ton. Punya arti ada progres. Ya kita mengharapkan ada izin penggunaan berbeda, ” tuturnya.

Baca Juga: harga besi hollow 4×4 

Kabid Pengelolan Kotoran BP Batam Iyus menyampaikan perihal sama. Menurutnya, PT Haikki Green baiknya mengelola izin penggunaan berbeda, semisalnya buat bahan paduan pembuatan beton dll.

Artikel Terkait: harga besi sloof 

“Kalau izinnya ada. Itu buat batako. Sebab itu mesti cepat buat urus izin supaya bisa difungsikan kecuali Batako, ” tuturnya.

Dan Masrial dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam menyebutkan pihaknya senantiasa kerjakan pengawasan. Dia pun menyatakan perusahaan itu mempunyai izin timbunan serta penggunaan kotoran B3.

“Nah soal lambannya, masihlah ada waktu. Jika tidak ada waktu, karena itu pengusutan dari Kementerian LHK dapat dikerjakan, ” tuturnya.

Selain itu komisaris PT Haikki Green Heri Santoso mengaku penggunaan kotoran B3 memang lamban. Kecuali sebab bidang pemanfaatannya hanya terbatas buat batako serta paving blok, alat yg dipunyai PT Haikki Green pun minim.

“Jadi kami tidak diam. Serta kami punyai izinnya semua. Kami terus akan mohon izin ke kementerian buat penggunaan berbeda, ” terangnya.

Menurut Heri, sekarang kotoran itu belum pernah mencemari lingkungan. Pastinya sebab di tempatkan dalam tempat yg aman yg telah dalam pengawasan BP Batam.

“Intinya, bagaimana lantas triknya, kami akan berusaha biar kotoran ini usai sebelum izin penggunaan selesai. Jadi kami bukan main-main. Kami mohon pemberian dari semua pihak, ” tutupnya.

PT Haikki Kantongi Izin Pemanfaatan Limbah B3

Kasus penimbunan 15 ribu ton limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh PT Haikki Green di Kabil, Batam, akhirnya sampai ke DPRD Batam. Senin (8/10) kemarin, Komisi III DPRD Batam menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Haikki Green dan pihak-pihak terkait.

Dalam rapat tersebut terungkap, PT Haikki Green memang memiliki izin pemanfaatan limbah B3 jenis karbit itu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Izin tersebut berlaku selama lima tahun sejak 2016 lalu. Sesuai izinnya, PT Haikki Green boleh memanfaatkan limbah tersebut untuk bahan campuran batako dan paving blok.

Karenanya, Komisi III DPRD Kota Batam meminta PT Haikki Green untuk menghabiskan 15 ribu ton limbah B3 itu dalam tiga tahun waktu yang tersisa.

“Ya dalam waktu dekat harus selesai semua itu. Bagaimanapun caranya,” kata Ketua komisi III DPRD Kota Batam Nyanyang Haris Pratamura, kemarin.

Menurut Nyanyang, untuk menyelesaikan permasalahan ini, DPRD Kota Batam juga akan memanggil tiga perusahaan penghasil limbah karbit tersebut. Ini untuk mendudukkan dan merumuskan permasalahan yang ada.

Baca Juga: model pagar rumah 

Anggota komisi III DPRD Kota Batam Jeffry Simanjuntak juga meminta PT Haikki Green untuk bisa bertindak cepat untuk mengatasi timbunan limbah tersebut.

Baca Juga: model tangga minimalis 

“Jadi izin manfaat PT Haikki Green ini adalah lima tahun sejak 2016 lalu. Artinya masih ada waktu beberapa tahun lagi. Ini harus dimanfaatkan oleh perusahaan,” katanya.

Artikel Terkait: model teralis jendela 

Ia menyarankan PT Haikki Green mengurus izin pemanfaatan baru. Sehingga limbah B3 itu tidak hanya digunakan untuk bahan campuran batako atau paving blok. Dengan begitu, tumpukan 15 ribu ton limbah itu akan cepat habis.
Kepala Kantor Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan
Sementara itu, Kepala Kantor Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan, mengaku sudah beberapa kali memberikan surat teguran dan peringatan kepada PT Haikki Green agar segera menghabiskan limbah tersebut. Namun dalam waktu hampir tiga tahun belakangan, tumpukan limbah hanya berkurang sekitar 4.000 ton.

“Kalau yang saya tahu dulunya itu ada 19 ribu ton tetapi sekarang tinggal 15 ribu ton. Artinya ada progres. Ya kita berharap ada izin pemanfaatan lain,” katanya.

Kabid Pengelolan Limbah BP Batam Iyus mengatakan hal senada. Menurut dia, PT Haikki Green sebaiknya mengurus izin pemanfaatan lain, misalnya untuk bahan campuran pembuatan beton dan sebagainya.

“Kalau izinnya ada. Itu untuk batako. Makanya harus cepat untuk urus izin agar bisa dimanfaatkan selain Batako,” katanya.

Material Dinding Rumah Paling Banyak Digunakan di Indonesia

Tingginya pemanfaatan bata gampang (hebel) meneror eksistensi perajin bata merah. Pasalnya bata hebel banyak disukai orang sebab adalah barang baru di desa. Awal mulanya hebel cuma di pakai di kota serta buat gedung bertingkat.

“Sekarang banyak masyarakat yang membuat rumah bertukar memanfaatkan hebel dari mulanya bata merah, ” kata Sukiran (40) salah seseorang tukang batu. Menurutnya banyak masyarakat yang tertarik buat memanfaatkan hebel sebab dipandang bertambah cepat penyelesaiannya.

Bahkan juga jika juga ada kekeliruan hebel tetap dapat diperbaiki sebab gampang serta cepat. “Kalau buat kami sich sama pula memang. Harga nya buat satu kubik raih Rp 750. 000. Tambah mahal dikit dari bata merah, ” katanya. DITATA Seseorang masyarakat tengah membuat bata gampang (hebel) .

Baca Juga: tabel berat besi 

Memang saat ini keinginan hebel bertambah tajam. Sedang buat bata merah alami penurunan. Tapi memang pengaruhnya tidaklah sampai mematikan upaya bata merah. Dikarenakan ada banyak masyarakat yang terus setia dengan bata merah.

“Alasannya jika hebel memang gampang tapi buat dinding hebel tidak kuat buat pemasangan paku, ” jelas Susanto (48) salah seseorang pemilik toko bangunan. Dijelaskan ia sekarang memang masyarakat kembali nikmati barang baru. Hingga apa pun faktor terus lebih menarik.

Artikel Terkait: rangka atap baja ringan 

Apa hebel akan menggeser bata merah, Susanto menjelaskan kemungkinan jika orang tidak sanggup memberikan keyakinan kalau produk bata merah jadi produk lokal memang bermutu. “Mudah-mudahan tidaklah sampai menggeser.

Dikarenakan jika sampai tergeser jadi banyak perajin bata merah yang terganggu pemasarannya, ” katanya. Selain itu beberapa perajin bata merah di Desa Cindaha Kecamatan Rawalo mengaku jika timbulnya bata gampang hebel bisa meneror eksitensi bata merah.

Sebab itu saat ini beberapa perajin bata merah mulai memanfaatkan langkah lainnya buat pasarkan bata merah. “Kalau meneror sekali mungkin tidak. Dikarenakan konsumennya mungkin berlainan.

Tetapi jika pemilik toko bangunan turut promo jadi itu akan juga memiliki pengaruh pada penjualan bata merah, ” kata Suryadi (42) perajin bata merah di Rawalo.

Sebab itu perajin bata pun butuh mengerjakan antisipasi biar bata merah terus beradu dengan pemanfaatan hebel yang makin meluas. Jangan lantas peranjin bata merah kalah beradu sebab tersedianya perebutan yang tidak sehat.

Truk Bermuatan Bata Ringan Terguling di Jalan Gatot Subroto

Sebuah truk bermuatan batu bata ringan atau hebel mengalami kecelakaan hingga terguling di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Kamis 30 Agustus 2018 pagi ini.

Berdasarkan informasi TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan terjadi sekira pukul 04.35 WIB. Truk berwarna kuning itu terlihat terguling sehingga muatan yang dibawa berserakan ke jalanan.

Baca juga: bata ringan hebel 

Truk Pengangkut Amunisi PT Pindad Tabrakan dengan Pikap, 1 Orang Tewas
Lalin Tol Kamal Arah Bandara Soetta Macet Akibat Kecelakaan 2 Truk dan 1 Minibus.

Artikel Terkait: batu bata merah 

“04:35 Kecelakaan Truk bermuatan hebel terguling di Traffic Light Kuningan Jl Gatot Subroto & msh penanganan Polri,” cuit @TMCPoldaMetro, seperti dinukil Okezone, Kamis (30/8/2018).

Lihat gambar di TwitterLihat gambar di TwitterLihat gambar di Twitter

TMC Polda Metro Jaya

@TMCPoldaMetro
04:35 Kecelakaan Truk bermuatan hebel terguling di Traffic Light Kuningan Jl. Gatot Subroto & msh penanganan Polri.

04.39 – 30 Agt 2018 · Masjid Polda Metro Jaya
8
Lihat Tweet TMC Polda Metro Jaya lainnya
Info dan privasi Iklan Twitter
Belum diketahui penyebab maupun korban dari kecelakaan tersebut. Saat ini petugas kepolisian masih melakukan penanganan.

Calo Bertebaran di Samsat Jakarta Timur

Bakti Mohammad Zaini (50) pada orang-tua butuh dicontoh. Zaini tahun ini memberangkatkan empat orang-tua mereka untuk berhaji. Subhanallah.

Kemauan Zaini menghajikan ke-2 orang-tua serta mertuanya telah jadi harapan lama. Saya telah berhaji pada 2006 bersama dengan istri. Semenjak itu, saya terasa kok tidak orang-tua saya dahulu yang pergi, justru saya. Jadi saya ngomong sama istri, kelak jika diberi rejeki, orang-tua semua saya bawa serta pergi berhaji, kata Zaini waktu didapati di Masjid Nabawi Madinah selesai jemaah Subuh, Selasa (01/08).

Baca Juga: spandek atap 

Pria asal Surabaya Jawa Timur ini ialah anak ke-3 dari 8 bersaudara. Di Kota Pahlawan, Zaini profesinya menjadi penjual kusen.

Baca Juga: gypsum fibrosum 

Dari hasil kerja kerasnya, dia tabung lalu untuk pergi haji orangtuanya. “Alhamdulillah, Allah kasih rejeki hingga kami dapat rincian pada tahun 2010, katanya lagi dengan mata berkaca sambil kadang-kadang menyeka muka ayahnya.

Artikel Terkait: ukuran genteng metal 

Jemaah yang tergabung dalam kloter empat Embarkasi Surabaya (Sub 04) ini terasa bahagia dapat memberangkatkan orangtuanya ke Tanah Suci untuk berhaji. Ia mengharap, itu dapat jadi sisi baktinya menjadi seseorang anak.

Namanya anak tentu banyak kelirunya. Ini mumpung orang-tua masih tetap hidup, saya ingin berbakti. Saya suka sekali saat ini dapat menjalankan haji bersama dengan orang-tua. Semoga saya kuat, katanya.

Bapak Zaini bernama Dawam. Sekarang ini usianya 85 tahun. Diabetes serta stroke yang dideritanya mengakibatkan Dawam mesti selalu ada di kursi roda. Dawam asli Jombang, tetapi sebab turut anaknya, ia pergi dari Surabaya.

Untuk mengawasi bapaknya, dimanapun Zaini pergi tetap mengikutkan Dawam, termasuk juga dalam melakukan beribadah Arbain di Masjid Nabawi.

Bapak tetap dibawa. Jika tidak dibawa, cemas jalan lantas jatuh, katanya.

Semenjak mendaftarkan haji, lihat kondisi orangtuanya yang sakit-sakitan, Zaini sudah sempat cemas. Karena itu, ia begitu bersukur pada akhirnya dapat sampai pergi haji bersamanya.

Saya mengharap dapat sampai kembali pada rumah dengan selamat, orang-tua saya juga. Semoga sampai pulang lagi ke Tanah Air, harapnya sekalian terisak.

Cuaca di Madinah sekarang ini begitu panas, pada rata-rata 45 50 derajat di siang hari. Zaini ikut rasakan hal tersebut. Akan tetapi masalah kesehatan, ia berikan seutuhnya pada Allah. Walau demikian, Zaini ikut membawa bekal obat-obatan yang biasa dikonsumsi bapaknya, Dawam.

Penjual Kusen Boyong Orangtua dan Mertua Naik Haji

Banyak penjual kusen di sebagian lokasi Jakarta keliatannya gak buat surut penjual kusen di area Bukit Duri buat terus bertahan serta meningkatkan bisnisnya.

Penjual kusen Bukit Duri terdapat gak jauh dari SMAN 8 Jakarta yang ada di Jalan Bukit Duri Utara.

Dalam tempat itu ada lebih kurang beberapa puluh toko yang menjual beragam kusen, seperti kusen pintu, kusen jendela, daun pintu, serta daun jendela.

Penjual kusen Bukit Duri yang terdapat gak jauh dari SMAN 8 Jakarta yang ada di Jalan Bukit Duri Utara.
Penjual kusen Bukit Duri yang terdapat gak jauh dari SMAN 8 Jakarta yang ada di Jalan Bukit Duri Utara. (Joko Supriyanto)
Tidak cuma jual, mereka pun bikin sendiri banyak barang itu.

Baca Juga: harga dispenser miyako

Jadi, kecuali tempat berjualan, toko itu pun berubah menjadi bengkel mereka kerja.

Baca Juga: lampu LED kecil 

Anto (30) satu diantaranya karyawan suatu toko kusen di kawasa Bukit Duri ceritakan jika perubahan kusen sekarang memang tak menentu.

Artikel Terkait: jenis kabel listrik  

Meski banyak penjual kusen di luar area Bukit Duri tapi berdirinya penjual kusen di Bukit Duri yang lumayan lama bikin sejumlah penduduk udah mengetahui kusen Bukit Duri.

” Walaupun gak sejaya dahulu kusen di area bukit duri masih tetap dicari costumer lantaran tiap-tiap penjual kusen udah punyai pelanggan sendiri, ditambah kusen di area bukit duri udah ada lama, ” ujarnya kala dijumpai di area Bukit Duri, Minggu (14/5/2017) .

Pria yang udah kerja mulai sejak 2011 ini mengakui gak sadari tentunya kapan terdapatnya sentral kusen di Bukit Duri ini.

Ukiran Kusen yang Dicuri di Rumah Cimanggis Sempat Ditawar WNA

Seorang warga negara asing (WNA) sempat hampir membeli angin-angin ukiran kusen pintu berumur ratusan tahun yang dicuri dari situs sejarah Rumah Cimanggis, Depok. Namun WNA tersebut batal membeli karena ukiran tersebut tidak bersertifikat.

“Sudah ada orang bule yang mau membeli, tapi dia minta sertifikat, bagus. Karena tidak ada ada sertifikat dia nggak mau,” ujar Presidium Komunitas Sejarah Depok (KSD) JJ Rizal di YLCC Jalan Pemuda No 72, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senin (26/6/2018).

Baca Juga: harga HPL taco

KSD kemudian langsung menyelamatkan ukiran tersebut dari penjual yang menawarkannya. Rizal memperkirakan ada 6 ukiran serupa yang juga berumur ratusan tahun di Rumah Cimanggis.

Artikel Terkait: kalsiboard untuk dinding

“Itu (ukiran) ada sekitar 6, tapi masalahnya kami tidak bisa leluasa mengakses sebenarnya. Kami punya rencana rutin yang karena kami gemas liat rumah ini tidak dirawat, tidak diurus, tidak dipelihara,” katanya.

Rizal menambahkan, pihak yang mengurus Rumah Cimanggis juga tidak mengizinkan KSD untuk membuat kegiatan yang melestarikan Rumah Cimanggis. Ia pun khawatir barang antik di rumah itu akan hilang lagi.

“Pihak yang mengurus itu tidak mengizinkan, dipersulit. Kami pernah ingin membikin acara ‘bersih hati bersih ruci’ dibulan puasa itu tidak diizinkan, sebelum bulan puasa ingin ada aksi bersih-bersih tidak di izinkan,” ungkapnya.

“Sebenernya ini kan lucu, ini situs sejarah tapi tdk bisa diakses oleh masyarakat. Kami khawatir sekarang bilang 6, jangan-jangan sampai di sana bisa jadi tinggal 4. Nah problemnya di situ, untuk memberikan kepastian itu rumit karena kami tidak bisa diberi akses,” jelasnya.

Rizal juga menyebutkan banyak barang-barang berharga yang terdapat di Rumah Cimanggis.

“Dari batu bata, kusen, sampai runtuhan kuda-kudanya saja saya anggap berharga bangat. Karena kayu-kayu di dalam itu sangat sulit untuk ditemukan, apa lagi kalau mau direnovasi, matrial yang di situ harus diteliti dulu. Material harus sejenis itu, apabila material yang di situ sudah tidak ditemukan lagi, berarti kita sama saja keilangan nyawa,” pungkasnya.

Pasar Hewan di Sumenep Dibiarkan 2 Tahun Mangkrak

Pasar hewan terpadu yang terletak di Desa Pakandangan Sangrah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura yang dibangun sejak tahun 2014 lalu, ternyata hingga kini masih terbengkalai alias mangkrak.

Baca Juga: kusen jendela aluminium  

Bahkan pasar hewan yang dibangun menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar tersebut keberadaannya sangat memperihatinkan. Sebagian bangunan los sudah banyak yang roboh, bahkan ada sebagian alat-alat bangunan seperti kayu kusen sudah ludes dicuri orang.

Artikel Terkait: engsel jendela 

Ironisnya lagi, pedagang dan penjual hewan ternah menolak menempati pasar hewan ternak terpadu karena jauh dari kota. Mereka kini justru memilih menggelar jual beli hewan ternak di tanah lapang bekas Pasar Burung, di Desa Pamolokan Barat, utara Kota Sumenep.

Kepala Desa Pekandangan Sangrah, Sukandar, kepada Surya menuturkan, sejak dibangun mulai tahun 2014 lalu, pasar yang dibangun diatas tanah seluas 2,1 hektar itu dan selesai tahun 2016, hanya ditempati sekitar 5 bulan.

Setelah itu para pedagang sapi dan masyarakat penjual sapi lebih memilih menggelar dagangannya di bekas pasar burung di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, tidak jauh dari lokasi pasar Bangkal, pasar sapi lama yang telah dibongkar.

“Memang pasar hewan terpadu ini sempat ditempati. Namun tidak lama kemudian para pedagang sapi berkurang dan terus berkurang hingga akhirnya semua kabur,” ujar Kades Sukandar, Selasa (18/9/2018).

Dikatakan, sejak ditinggal pedagang sapi, praktis sampai akhir tahun 2018 ini lokasi pasar beserta beberapa kios yang tersedia kosong melompong. Padahal tahun 2017 lalu, di lokasi pasar hewan terpadu itu masih ditambah bangunan musholla sebagai kelengkapan fasilitas pasar.

“Tapi musholla belum ditempati, pedagang dan masyarakat penjual sapi serta hewan ternak lainnya jusrru sudah tidak ada lagi,” imbuh Kades Sukandar.

Pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi pasar hewan terpadu yang terletak di wilayahnya. Apalagi bangunan yang sebelumnya ditangani Dinas Pertenakan sekarang sudah diserahkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan akan mengaku tetap berusaha memanfaatkan pasar hewan terpadu yang sudah mulai ditinggal penghuninya.

Pihaknya masih tetap yakin nanti pedagang sapi dan hewan ternak lainnya masih bisa dibujuk kembali ke pasar baru yang dibangun melalui dana APBN dan APBD Sumenep mulai tahun 2014 hingga 2016 lalu.

“Kita masih berkoordinasi dengan semua pihak, baik Dinas Peternakan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta para peguyuban pedagang sapi dan ternak di Sumenep,” tegas Wabup Fauzi beberapawaktu lalu.

Terkait dengan lokasi pasar hewan ilegal di bekas pasar burung di Desa Pamolokan, wabup berjanji akan segera berkoordinasi dengan Satpol PP. Karena keberadaannya ilegal dan banyak dikeluhkan warga karena lokasinya berdekatan dengan rumah-rumah penduduk. “Kita segera selesaikan itu, agar lokasi pasar ilegal tersebut tidak justru menimbulkan persoalan baru,” pungkas Fauzi.

Sebagaimana diberitakan Surya sebelumnya, pasar hewan atau ternak terpadu dibangun oleh Dinas Peternakan Sumenep. Kemudian dilimpahkan ke Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Terakhir pengelolaannya diserahkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ).

Biaya pembangunan pasar hewan terpadu bersumber dari APBN tahun 2014 senilai Rp 1, 39 Milyar, lalu dilanjutkan pembangunannya tahun 2015 dari APBN sebesar Rp 600 juta, lalu dilanjutkan dianggarkan lagi tahun 2016 sebesar Rp 400 juta.

Kios Bahan Bangunan Duafa dan Mega Los Seldok Ditelantarkan

Bos Pasar Turi, Henry J Gunawan menyebutkan, pembelian saham sebesar Rp240 miliar buat pembangunan Pasar Turi belumlah sempat berlangsung lantaran cuma sekedar MoU.

Baca Juga: warna cat aquaproof

Pengakuan itu menjawab gugatan penggelapan saham Pasar Turi yg saat ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Baca Juga: cat no drop 

Lewat kuasa hukumnya, Agus Dwi Warsono, Henry mengatakan, sebelumnya kongsi usaha Henry dalam membuat Pasar Turi merupakan Teguh Kinarto serta Shindo Sumidomo alias Heng Hok Soei sebagai bos PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) .

Artikel Terkait: merk cat acrylic yang bagus 

Pada 23 Maret 2010 sampai 5 Juli 2010, perusahaan itu menyetor beberapa dana ke Gala Megah Invesment Joint Operation (GMI-JO) . “GMI-JO adalah perusahaan yg dimanfaatkan buat mengatasi pembangunan serta pengelolaan Pasar Turi Baru, ” pungkasnya, Rabu (19/9/2018) .

Penyetoran dana itu sebesar Rp17 miliar atau 25, 5 prosen. Oleh PT GNS, setoran dana itu tertulis jadi persetujuan pernyataan utang dengan akte nomer 15 tertanggal 6 Juli 2010. Dana itu dimanfaatkan oleh PT GNS buat modal kerja pembangunan Pasar Turi. ”Artinya, dana utang itu bukan hutang Pak Henry serta tidak sempat gunakan, ” kata Agus.

Lantas, dibikin lagi akta persetujuan nomer 18 tertanggal 14 Juli 2010 serta di sebutkan sebesar Rp17 miliar lagi atau 25, 5 prosen dimasukkan jadi saham pada PT Gala Bumi Perkasa (GBP) . PT GBP merupakan perusahaan punya Henry.

“Atas pembelian saham itu, Teguh Kinarto (Direktur GMI-JO) merasa dana saham itu seakan-akan utang pada PT GNS dengan bunga yg pembayarannya disetor terhadap PT Podo Joyo Mashur (PJM) serta Heng Hok Soei, ” papar Agus.

Walaupun sebenarnya, ujarnya, PT PJM tak ada interaksi atau terikat persetujuan apa-pun dengan GMI-JO atau bisa saja dengan PT GBP. Menurut Agus, kenyataan itu didapati sehabis keluarnya hasil audit forensik.

Jatim Siap Pasok Bahan Bangunan dan Tukang ke NTB

Pemprov Jawa Timur (Jatim) siap mengerahkan potensi yang dimiliki untuk membantu penanganan pascabencana gempa di NTB. Jatim siap memasok bahan bangunan dan tukang untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB.

Baca Juga: granit lantai 

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jatim, Soekarwo disela-sela menghadiri rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Wapres H. M. Jusuf Kalla di Kantor Gubernur, Selasa, 21 Agustus 2018. Ia mengaku ditelepon Wapres sebelum rakor di NTB.

Baca Juga: keramik kamar mandi minimalis 

‘’Pak Wapres mengatakan kalau nanti rehab rekon memerlukan berbagai material. Dan itu nanti akan diambil dari Jakarta, itu tidak efisien. Yang paling mungkin stok bahan bangunan untuk mengirim dengan jumlah luar biasa untuk rehabilitasi maupun rekonstruksi itu dari Jawa Timur,’’ kata Soekarwo.

Artikel Terkait: harga seng galvalum

Tahap Awal, Pemerintah Kucurkan Rp 1 Triliun. Dalam rakor penanganan bencana tersebut, Soekarwo mengatakan dirinya membawa pengusaha dan distributor yang menyediakan semen, besi, baja ringan dan bahan-bahan bangunan lainnya.

Selain itu, ia juga membawa pengusaha yang bergerak dalam penyediaan aspal dan pemecah batu.

DPRD NTB Resmi Usulkan Penetapan Bencana Nasional. Mengenai jumlah bahan bangunan yang dapat dipasok, Soekarwo mengatakan tergantung dari kebutuhan. Selain siap memasok bahan bangunan, Jatim juga sanggup memasok tukang atau tenaga kerja untuk mengerjakan pembangunan puluhan ribu rumah yang rusak akibat gempa.

‘’Prioritas sekarang rehabilitasi berarti material bangunan. Kalau dibutuhkan tenaga tukang juga kita siap. Karena pada saat bencana Gunung Kelud meletus dengan 14.230 rumah rusak, kita selesaikan satu bulan. Dengan status bencana provinsi,’’ ujarnya.